Kamis, 31 Mei 2012
Tak Tertahan
Ada perasaan yang tak bisa ku tahan lagi.
Perasaan yang sesekali ingin ku lenyapkan.
Namun, apakah aku sanggup membunuh anakku sendiri yang terlahir dari benak?
Tak sanggup. Aku tak sanggup. Sungguh.
Tapi, mengapa perasaan itu seakan bisa membunuhku?
Perih. Begitu kira-kira rasanya.
Lalu, aku harus berbuat apa?
Menanti.....
bersama detik-detik jam waktu dan kesunyian?
Berdoa.....
bersama sepotong luka dan harapan?
atau
Berlari.....
bersama kenangan yang telah terukir, menuju tempat yang ku anggap rumah tetapi tak pernah terbuka lagi pintunya, untukku.
dan aku berdiri di situ sampai kau membukanya lagi.
Rindu.
Ya... aku rindu padamu.
senyumanmu yang manis,
matamu yang teduh dan
nafasmu yang mencandukan.
Rindu sudah melumat habis semua kesabaranku.
Jadi,
Kapan kita akan bertemu?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar